http://arpranata.blogspot.com



Coretan Ringan - Arya Pranata.............................................................................telah pindah alamat ke http://arpranata.blogspot.com .....terima kasih



Senin, Juli 26, 2010
Blog ini Pindah Alamat : http://arpranata.blogspot.com
Mulai sekarang blog ini akan pindah alamat ke

http://arpranata.blogspot.com

Terima kasih,
Arya Pranata

Baca Selengkapnya.!
 
posted by bib2silok at Senin, Juli 26, 2010 | Permalink | 4 comments
Senin, Maret 15, 2010
Kopdar Alumni SMADA Pangkal Pinang,16 Maret 2010

Dear All,

Bagi yang merasa Alumni SMADA Pangkal Pinang khususnya angkatan'96.

Kami akan mengadakan Kopdar (Kopi Darat) yang rencananya akan diadakan pada :

Hari : Selasa
Tanggal : 16 Maret 2010
Meeting Point : Grand Indonesia - East Mall Lt.5 Garden District (patokannya ada Hoka-Hoka Bento)
Jam : mulai jam 12.00 WIB.

Informasi selanjutnya silahkan hubungi saya sendiri selaku PIC

Terima kasih,
Arya Pranata (Bib-Bib Silok)






Baca Selengkapnya.!
 
posted by bib2silok at Senin, Maret 15, 2010 | Permalink | 0 comments
Selasa, Maret 02, 2010
Motret Sunset.....
Dari dulu paling seneng kalo liat foto matahari terbenam alias sunset,kali ini sekali lagi berkesempatan untuk motret sunset karena kebetulan menginap di Marina Anyer yang kebetulan menghadap barat tempat matahari terbenam.

Tanggal 26 Feb mulai jam 17.50 udah nongkrong dibibir pantai berharap dapet sunset yang bagus tapi sayang terlalu berkabut sehingga tidak matahari terbenam tidak terlihat utuh.

Tanggal 27 Feb,akhirnya bisa mendapatkan fotonya,walaupun tidak sampai terbenam penuh karena sekali lagi terlalu berkabut.




Data foto :
Date Time Original: 2010:02:27 18:12:11
ISO Speed Ratings: 100
Kamera : Canon EOS 1000D
Lensa : Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 IS
Kecepatan : 1/100
Diafragma : f/7.1

Akhirnya foto tersebut diupload di Fotografer.Net dan bisa dilihat disini



Baca Selengkapnya.!
 
posted by bib2silok at Selasa, Maret 02, 2010 | Permalink | 0 comments
Senin, Februari 22, 2010
Olah Digital dengan Software Gratisan
Olah digital memang sangatlah diperlukan dalam dunia fotografi,khususnya dalam mengedit sebuah foto seperti croping,kekontrasan warna,dan lain sebagainya.
Untuk itu tentunya kita memerlukan software yang handal.Banyak software olah digital yang beredar sekarang mulai dari yang bayar hingga gratisan,dan ternyata banyak juga software gratisan yang lumayan mumpuni dalam mengolah sebuah foto salah satu contoh diantaranya adalah Photo!Editor dan PhotoScape.
Dan untuk mendapatkan kedua software tersebut tidaklah susah cukup dicari di Mr.Google dan silahkan download.

Berikut ada contoh yang menggunakan kedua software tersebut yang kebetulan sudah saya upload di Fotografer.Net.



Dimana jika kita mau mengupload foto disitu punya batasan tersendiri misalnya Ukuran foto (image size) adalah sisi terpendek minimum 100 pixel dan sisi terpanjang maksimum 900 pixel. Sisi Panjang * 1.1 + Sisi Pendek harus lebih besar dari 1090. Ukuran file terbesar yang dapat diupload adalah 150 KB.

Coba bandingkan dengan foto aslinya seperti dibawah ini.


Lumayankan kinerjanya untuk ukuran software gratisan,jika ada yang gratisan buat apa bayar lebih....he..he..he....

Buat yang mau kasih kritik,saran untuk foto yang pertama silahkan klik disini.

Terima kasih


Baca Selengkapnya.!
 
posted by bib2silok at Senin, Februari 22, 2010 | Permalink | 1 comments
Sabtu, Februari 20, 2010
Hasil Jepretan Canon Eos 1000D
Setelah punya 1000D sekarang tinggal gimana jeprat-jepretnya...ha..ha..ha..ha....ini dia neh yg berat,soalnya ini untuk kali pertama punya kamera DSLR.

Bermodalkan lensa kit Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 IS,memberanikan diri untuk jepret sana dan jepret sini walaupun tidak punya pengetahuan lebih tentang fotografi.

Dengan sedikit keberanian dan siap dicela akhirnya untuk pertama kalinya saya mengupload foto di Fotografer.Net.

Foto ini diambil sewaktu saya dan keluarga sedang berada didalam MTR Hongkong Disneyland,dimana pada saat itu saya tertarik sekali dengan gantungan buat pegangan untuk penumpang yang berdiri karena mempunyai bentuk kepala Mickey Mouse.



Data Foto :
Shooting Mode : Aperture-Priority AE
Shutter Speed : 1/60
Av( Aperture Value ) : 5.0
ISO Speed : 400



Untuk foto yang kedua ini diambil sewaktu saya dan keluarga di Minggu pagi jalan-jalan diseputaran Kota Tua,Jakarta Barat.
Sebenarnya saya ingin mengambil foto pertunjukan Kuda Lumping yang sedang berlangsung pada saat itu kebetulan ada tukang ice cream yang menghalangi pemandangan saya waktu akan mengambil gambar,dan akhirnya saya tidak focus foto saya berubah dari yang semulanya pertunjukan kuda lumping menjadi tukang ice cream keliling.



Untuk foto ketiga ini saya mencoba membuat foto model,namun berhubung belum ada model yang mau saya foto jadilah anak sendiri yang jadi modelnya...he..he..he..mudah-mudahan nanti dewasa bisa jadi model beneran.



Foto ini diambil sewaktu putri saya sedang bermain diarena permainan anak-anak yang berada di Grand Indonesia Shopping Mall,Jakarta Pusat.

Dan untuk foto yang ke-empat ini adalah foto yang saya ambil sewaktu kami sekeluarga liburan ke Hongkong,dimana ini adalah foto sebuah gedung yang berada dekat IFC Mall,Hongkong.



Data foto :
Shooting Mode : Aperture-Priority AE
Shutter Speed : 1/1250
Av( Aperture Value ) : 4.0
ISO Speed : 400

Dan foto yang ini juga masih ditempat yang sama yaitu,Hongkong,tepatnya disebuah pasar disudut Causewaybay saya menemukan pemandangan yang unik selain banyaknya orang Indonesia yang saya temui sepanjang perjalanan saya dimana sebagian besar adalah TKW (Tenaga Kerja Wanita) dan yang unik tersebut adalah ada beberapa tempat seperti salon,tempat pengiriman uang,tempat makan banyak yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa iklan untuk menarik perhatian dan minat dari para TKW kita.



Data foto :
Shooting Mode : Aperture-Priority AE
Shutter Speed : 1/60
Av( Aperture Value ) : 4.0
ISO Speed : 400

Itulah sekilas foto-foto saya yang tentu saja masih banyak kekurangan,harap dimaklumi saya hanyalah seseorang yang baru memegang kamera DSLR...he..he..he...ngeles mode......

Mudah-mudahan kedepannya hasil foto-foto saya jauh lebih baik dari ini.

Buat yang pengen kasih kritik,komentar atau ingin sekedar mencela hasil jepretan saya dapat mengunjungi Folder Utama saya yang ada di Fotografer.Net langsung saja klik disini.




Baca Selengkapnya.!
 
posted by bib2silok at Sabtu, Februari 20, 2010 | Permalink | 0 comments
Senin, Februari 15, 2010
Mainan Baru...Canon Eos 1000D

Akhirnya punya juga kamera SLR,setelah sebelumnya masih bingung ingin beli type apa namun yang pasti pilihan merek cuma ada 2 yaitu Canon & Nikon,sempat juga sebelumnya memilih Sony namun berdasarkan informasi yang saya baca,bahwa Sony untuk lensa masih mahal dan terbatas jadi akhirnya Sony saya coret dari daftar.

Jadi sekarang cuma ada 2 pilihan antara Canon Eos 1000D dengan Nikon D3000,dua-duanya khusus untuk entry level alias pemula seperti saya.Setelah tanya sana dan tanya sini,intip sana dan intip sini ternyata masih bingung juga soalnya dibidang photograpy ternyata merk sudah seperti agama jika sudah punya satu merk tampaknya sangat susah untuk berganti merek.

Namun setelah menemukan sebuah thread di Fotografer.Net yang membahas masalah Canon Eos 1000D yang dibuat oleh saudara Maulana.N

Dan akhirnya memantafkan hati untuk membeli Canon 1000D,maka malam hari sepulang kerja langsung meluncur ke Oktagon yang kebetulan deket rumah.

Pertama kali memiliki kamera SLR ternyata tidaklah seperti memiliki kamera poket lainnya,diantaranya fitur-fitur yang tidak ada dikamera lainnya begitu juga dengan teknik mengambil gambar atau objek dan belum lagi perawatan yang super extra hati-hati.

Ternyata tidak gampang menjadi seorang fotografer,banyak trik dan tips-tips yang musti dan harus dipelajari agar dapat menghasilkan foto yang bagus.Ternyata teknik jauh lebih penting dari sekedar mahalnya sebuah kamera.

Sudah lebih dari dua bulan jepret sana dan jepret sini,ternyata saya belum juga bisa memahami dan mengerti bagaimana caranya agar menghasilkan foto-foto yang bagus....he..he..he...

Tapi sekali lagi itu bukan masalah bagi saya,semoga dengan banyak membaca buku,artikel serta tanya sana dan tanya sini kepada yang lebih senior mungkin kedepannya hasil jepretannya semakin bagus.

Apalagi sekarang sudah ada wadah bagi pengguna 1000D di Jakarta,walaupun saya sendiri belum begitu aktif dikelompok itu tapi lumayanlah lewat forum yang dibuat Fotografer.net setidaknya saya bisa langsung berinteraksi dengan sesama pengguna 1000D.

Dan untuk foto-foto saya di Fotografer.Net dapat buka disini

Untuk foto-foto yang lain dapat dilihat melalui Facebook disini

jadi dimohon untuk diberikan kritik dan sarannya,harap maklum masih newbie masih butuh banyak belajar lagi

Foto 1000D : diambil dari sini



Baca Selengkapnya.!
 
posted by bib2silok at Senin, Februari 15, 2010 | Permalink | 4 comments
Sabtu, Desember 05, 2009
The Jakmania VS Viking


Pertikaian antara dua kelompok suporter yaitu The Jakmania pendukung fanatik Persija - Jakarta dengan Viking pendukung Persib - Bandung sepertinya sudah mendarah daging.
Saling hina dan saling hujat sudah menjadi hal yang biasa,provokasi dilakukan dengan berbagai cara lewat kaos,spanduk,nyanyian maupun perang urat syaraf di dunia maya.

Banyak yang tidak mengatahui awal dari semua pertikaian itu,termasuk gue.Banyak versi yang pernah kita dengar baik secara langsung oleh orang-orang yang terlibat langsung ataupun cuma cerita dari mulut ke mulut atau kita baca dibeberapa berita atau cerita didunia maya.

Mungkin berikut adalah salah satu catatan dari seseorang yang gue temuin lewat Facebook.Semoga tulisannya dapat disebar luaskan kesemua pihak baik itu The Jakmania maupun Viking.

Perseteruan antar suporter Persija dan Persib sudah berlangsung lama, tepatnya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan Liga Indonesia 6 berlangsung. Di putaran 1 sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus dan masuk ke Tribun Timur. Dan terdiri dari banyak unit suporter seperti Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking dll. Saat itu yang terbesar masih Balad Persib. Meski sempat nyaris terjadi gesekan dengan the Jakmania, tapi alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas. Justru kita suporter Persib bergerak ke arah the Jakmania tuk berjabat tangan. Gw inget banget yel-yel kita waktu itu : “ABCD … Anak Bandung Cinta Damai”. Selesai pertandingan suporter Persib juga didampingi the Jakmania menuju bus. Dan The Jakmania mengikuti dengan menyanyikan lagu Halo Halo Bandung.

Penerimaan the Jakmania membuat kita (Viking) berniat tuk mengundang datang ke Bandung saat putaran 2. Dialog berlangsung lancar karena seorang Pengurus the Jakmania yang bernama Erwan rajin ke Bandung tuk bikin kaos. Hubungan Erwan dengan Ayi Beutik juga konon akrab banget sampe2 Erwan pernah cerita kalo dia suka sama adiknya Ayi Beutik. Melalui Erwan jugalah Viking menyatakan keinginannya tuk mengundang dan menyambut the Jakmania di Bandung meski kita sendiri masih khawatir dengan sikap bobotoh yang lain.

The Jakmania saat itu belum sebesar sekarang. Yang nonton di Lebak Bulus aja cuma di sisi Selatan tribun Timur. Jadi bersebelahan dengan Viking. Nah ajakan Viking itu langsung ditanggapi oleh the Jakmania yg memang sudah punya niat jg tuk melakoni partai tandang. Dibentuklah kemudian perencanaan, salah satunya dengan mengutus Sekum dan Bendahara Umum the Jakmania saat itu yaitu Sdr Faisal dan Sdr Danang. Mereka ditugaskan tuk melobi Panpel Persib dari mulai masalah tiket hingga tribun the Jakmania. Kebetulan Danang lagi kuliah di Bandung sehingga tempat kosnya jadi tempat kumpulnya the Jakers disana.

Karena The Jakmania belum berpengalaman mengkoordinasikan anggota tuk nonton tandang. Justru yang menjadi masalah justru bukan di koordinator kepada Panpel Persib tapi di anggota The Jakmania itu sendiri. Banyak anggota yang bandel daftar pada hari H nya. Jumlah yang tadinya cuma 400 orang berkembang menjadi 1000 orang lebih! Bayangin gimana repotnya Pengurus The Jakmania nyari bis tuk ngangkut segitu banyak orang. Akibatnya The Jakmania berangkat baru jam 12 siang! Itu juga terpecah menjadi 3 rombongan. Satu bis berangkat lebih dulu karena akan ganti ban. Disusul 4 bus kemudian. Dan terakhir berangkat dengan 4 bus tambahan.
Keberangkatan The Jakmania sendiri juga masih diliputi keraguan apakah dapat tiket atau tidak. Tim Advance yang diutus mendapatkan kesulitan mencari tiket. 4 hari sebelum pertandingan terjadi kerusuhan di stadion Siliwangi akibat distribusi tiket yang kurang lancar. Ada seorang Vikers yang menganjurkan the Jak tuk hadir di acara khusus pertemuan tim dengan suporternya. Faisal, Danang dan Budi ambil keputusan tuk hadir di acara itu. Disana mereka sempat bertemu Walikota Bandung, Kapolres, Ketua Panpel dan Ketua Keamanan. Mereka semua menjamin bahwa the Jakmania akan bisa masuk dan tiket akan disiapkan khusus. Paling tidak itulah info yang gw dapet dari tim Advance The Jakmania.

1 bis pertama tiba di Stadion Siliwangi. Viking siap menyambut dan mempersilahkan masuk ke stadion, padahal tiket belum di tangan. Sayang hal yang dikhawatirkan Viking terbukti. Perlahan tapi makin lama makin banyak datanglah bobotoh nyamperin the Jak dengan sikap yang tidak simpatik. Melihat gelagat buruk ini Viking minta the Jak tuk keluar dulu ke stadion sambil menunggu rombongan berikut. Sembari menunggu, gw dan beberapa rekan dari The Jakmania ada yang melaksanakan sholat ashar dulu. Ketika selesai sholat, mulailah terjadi hal2 yang tidak diinginkan. Rekan2 kita dari the Jakmania mendapatkan pukulan disana sini dengan menggunakan kayu. Salah satunya tersungkur berlumuran darah yang keluar dari kepalanya. Melihat situasi ini the Jakmania kembali diungsikan menjauh dari stadion.

Rombongan besar 8 buah bis akhirnya tiba juga. Tapi karena terlambat, stadion Siliwangi sudah penuh sesak. Lagipula kita tetap tidak berhasil mendapatkan tiket. Panpel memang kelihatan salah tingkah dan berusaha mengumpulkan dari calo2 yang masih beredar di sekitar stadion, namun jumlahnya juga tidak memadai hanya 300 lembar. Sementara bobotoh yang masih berada di luar juga mulai melakukan serangan terhadap the Jakmania. Gw sempet coba menenangkan dan cekcok dengan seorang rekan bobotoh yang ngambil dengan paksa kacamata anggota The Jakmania. Bobotoh itu bilang kalo dia kesal sama anak Jakarta karena mereka juga diperlakukan dengan tidak simpatik di Jakarta ketika menyaksikan pertandingan Persijatim vs Persib di Lebak Bulus. Bobotoh tidak mau tau kalo Persijatim tu beda dengan Persija. Seingat gw kejadian ini sempat direkam foto oleh wartawan dari Tabloid GO dan terpampang jelas esoknya di media tersebut.

Gw lalu ngambil inisiatif tuk nyari rombongan pertama the jakmania yang dateng duluan dan mengajak mereka tuk gabung ke rombongan besar. Disana gw minta maaf ke semua anggota The Jakmania karena gagal membawa rombongan sampai masuk ke stadion dan pulang dengan aman. Di situ dari Panpel juga sempat minta maaf. Namun kondisi ini tidak bisa diterima oleh seluruh rombongan The Jakmania, bahkan mereka juga tidak mau berjabat tangan dengan gw dan 2 orang Viking lainnya yang masih setia mengawal meski pertandingan sudah berlangsung.

Ketika rombongan hendak pulang, tiba2 The Jakmania diserang lagi oleh bobotoh yang masih nunggu di luar stadion. Kondisi ini jelas tidak bisa diterima oleh The Jakmania. Sudah ga bisa masuk masih juga diserang. Akhirnya The Jakmania balas perlakuan mereka (Oknum Bobotoh). Jumlah bobotoh di luar stadion masih ratusan sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan pecahnya kaca2 mobil akibat terkena lemparan dari kedua kubu. Ketika polisi datang, keributan mereda dan the Jakmania mulai beranjak pulang. Sempat pula terjadi bentrok beberapa kali ketika rombongan berpapasan dengan bobotoh yang pulang karena tidak kebagian tiket.

Sejak saat itulah api dendam dan permusuhan terus berkobar di kedua belah pihak. Puncaknya di acara Kuis Siapa Berani di Indosiar. Acara ini diprakarsai oleh Sigit Nugroho wartawan Bola yang terpilih menjadi Ketua Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia.
Sayang bentrokan ternyata ga bisa dihindari. Bukan gw memihak tapi faktanya memang Viking yang mulai. Mereka neriakin yel2 “Jakarta Banjir” yang dibales juga oleh the Jak. Suasana memanas hingga akhirnya terjadi benturan fisik.

Letak Indosiar di Jakarta, jadi ga heran pelan2 berdatanganlah para suporter Persija kesana. Suasana sudah tidak terkendali dan atas inisiatif Polisi dan Indosiar, Viking langsung diungsikan dengan menggunakan truk Polisi. Namun kejadian ini ternyata dah menyebar luas kemana-mana hingga akhirnya terjadilah penyerangan terhadap rombongan Viking di tol Kebon Jeruk.

Gw juga heran gimana Viking menyatakan klo hadiah menang kuis dirampok the Jak padahal hadiah itu kan belum diserahkan pihak Indosiar. Hadiah itu pun sampe sekarang ga kita terima. Saat itulah nama the Jakmania menjadi buruk. Di mata media the Jakmania tidak menerima kalah sehingga menyerang. Opini sudah terbentuk dan masyarakat di Bandung juga ikutan menghujat, sementara di Jakarta menyayangkan.

Semenjak terjadi permusuhan dengan the Jakmania, apalagi setelah kejadian Indosiar, Viking berkembang pesat menjadi suporter yang dominan di Bandung. Mereka terus menebarkan kebencian ke the Jak dengan mengeluarkan kaos2 dan lagu2 yang bersifat menghujat the Jak. Reaksi anggota the Jakmania juga heboh. Mereka rame2 bikin kaos yang balas menghujat Viking.


Sikap ini justru malah mengobarkan api kebencian suporter Persija terhadap Viking. Sehingga the Jakers banyak yang benci mereka bukan karena tau kejadian awalnya, tapi karena mereka ga suka dikata-katain terus. Belakangan Komisi Disiplin mengeluarkan larangan akan hal-hal seperti ini. Terlambat! Dan penerapannya juga ga konsisten, masih banyak yang tetap melakukannya, bukan hanya Viking atau the Jakmania tapi hampir di semua stadion di Indonesia.

Sebetulnya ada juga pihak2 yang mengusahakan perdamaian. Panpel Persib pernah berinisiatif mempertemukan the Jakmania dan Viking di Bandung. Tapi pertemuan tersebut buntu karena tidak ada niat dari Heru Joko tuk berdamai.

Perseteruan makin melebar. Semakin banyak Viking yang masuk ke website the Jakmania dan menebarkan virus kebencian … semakin banyak dan besarlah kebencian the Jakers ke mereka. Bahkan Panglima Viking Ayi Beutik sempat mengeluarkan pernyataan tuk menjaga kelestarian permusuhan ini seperti Barcelona dan Real Madrid.



Sekarang permusuhan the Jakmania kontra Viking menjadi warna tersendiri bagi sepakbola Indonesia. Seorang sutradara tertarik menjadikan perseteruan ini sebagai inspirasi dalam filmnya yang berjudul ROMEO & JULIET. Di tengah perseteruan, Viking justru kompak untuk menolak film ini dengan alasannya masing2. Ketua Viking dengan didukung anggotanya membuktikan ucapannya dengan menggagalkan pemutaran film ini. Sementara di Jakarta justru sebaliknya, meski pimpinan menyatakan akan menuntut tapi toh hampir semua bioskop2 di jabodetabek dipenuhi oleh The Jakmania yang memang sudah ga sabar menanti film ini diputar.

Nah, itulah kisah panjang tentang permusuhan 2 kelompok suporter besar di Indonesia, paling engga dari kacamata gw. Tulisan ini dibuat atas permintaan seorang bobotoh yang penasaran dengan sebab musabab permusuhan tersebut. Gw juga ga suka dengan orang yang berkomentar sinis baik terhadap the Jakmania maupun Viking. Mereka itu tidak tau apa2, bisanya cuma menghakimi aja. Ada hak apa mereka menghujat? Liat dulu kisahnya baru mereka akan berpikir dan bantu mencarikan solusi.

Klo lu tanya ke gw, masih ada ga kemungkinan damai? Jawabanya ‘bomat” alias bodo amat. Ngapain mikirin? Bagi gw damai tu bukan kata benda, tapi kata kerja. Jadi ga usah banyak ngomong, yang penting buktiin. Lebih baik mikirin KOMITMEN masing2 aja, lebih cinta mana kita sama PERSIB atau sama PERMUSUHAN DENGAN THE JAKMANIA?

Tulisan diatas adalah hasil copy paste dari tulisan yang dibuat lewat Facebook untuk lengkapnya silahkan baca disini Dan tulisan itu ditulis oleh Dam'z A-Niefz.
Mohon ma'af kepada yang menulis tidak minta izin dulu untuk menampilkan tulisan ini di blog gue.

Gue harap tulisan itu ditulis berdasarkan pengalaman pribadi dan tidak ada unsur propaganda untuk memelihara permusuhan ini lebih panjang.
Gue secara pribadi berharap betapa indahnya jika suatu saat The Jakmania bisa mengadakan tour ke Bandung seperti yang dilakukan The Jakmania selama ini jika Persija bertanding diluar Jakarta.Begitu juga sebaliknya Viking juga bisa masuk ke Jakarta untuk mendukung Persib jika bertanding di Jakarta.
Walaupun itu rasanya akan sulit sekali terwujud untuk generasi yang sekarang,semoga generasi-generasi berikutnya tidak mewariskan dan memelihara permusuhan ini lebih parah.


Foto diambil dari sini dan ini





Baca Selengkapnya.!
 
posted by bib2silok at Sabtu, Desember 05, 2009 | Permalink | 0 comments